Follow my IG

Fan Page

Followers

Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

Apa Itu Osteoarthritis?

Diposting oleh Alifia.Vivi Konsultan Nutrisi Jumat, 06 September 2013

Pagi, teman-teman…
Hari ini mau mulai posting lagi, kali ini mendapat inspirasi dari hasil “ngobrol” ku sama mami. Kemarin aku dapat kabar dari mamiku, kalo tetanggaku (kata dokter) pelumas di lututnya berkurang sehingga terasa nyeri. Karna tubuhnya tidak memproduksi pelumas itu lagi maka diperlukan pelumas dari luar tubuh dengan cara disuntik. Nah, yang lebih bikin aku kaget adalah biaya untuk penyuntikan itu sekitar 90 JUTA!! Woww…MySpace
Aku tau penyuntikan itu pasti akan sangat membantu, tapi 90 juta itu bukan nominal yang kecil. Bayangkan, uang 90 juta kalo dibeliin boneka bebek dapet berapa biji coba? Pasti kamarku bakal penuh banget, jadi lautan boneka bebek! Hehehe…. saya lebih tertarik membelanjakan uang untuk beli barang daripada makanan yang pembuatnya sendiri belum tau itu baik untuk tubuh atau tidak, ujung-ujungnya ke Rumah Sakit, keluar biaya lagi kan? Sayangi tubuh diri sendiri
baru ngurusin tubuh orang lain.
Back to the topic,
Jujur, aku sendiri baru denger tentang “pelumas” yang ada di lutut. Dan aku baru ngeh waktu coba googling trus nemuin ini dan itu. Ternyata… langsung ke intinya aja deh *dijitakinbanyakorangkarnatelalubanyakbasabas

Apa sih Osteoarthritis itu?
Osteoartritis adalah kondisi ketika sendi terasa nyeri akibat inflamasi ringan yang timbul karena gesekan ujung-ujung tulang penyusun sendi.
Di sendi terdapat jaringan tulang rawan (kartilago) yang biasanya menutup ujung-ujung tulang penyusun sendi. Nah, di antara tulang-tulang tersebut terdapat suatu lapisan cairan yang disebut cairan sinovial terletak di antara tulang-tulang tersebut dan berfungsi sebagai bahan pelumas yang mencegah ujung-ujung tulang tersebut bergesekan dan saling mengikis satu sama lain dan untuk mempermudah gerakan ketika kita beraktivitas.
Ketika seseorang kekurangan cairan sinovial, lapisan kartilago yang menutup ujung tulang akan bergesekan satu sama lain. Gesekan tersebut akan mengakibatkan lapisan tersebut semakin tipis dan akhirnya menimbulkan rasa nyeri.

Bagaimana gejalanya? 
Seperti halnya osteoporosis, OA seringkali muncul secara asimptomatik atau tanpa gejala. Diagnosa penyakit ini dilakukan melalui pemeriksaan laboratorium dan rontgen tulang. “Bila ada laju endap darah dan kolesterol meningkat, maka biasanya sudah dapat diidentifikasi sebagai gejala osteoarthitis,” kata Andito.
Gejala-gejala Osteoarthritis:
    • Gejala awal OA sebenarnya bisa dideteksi melalui rasa kaki dan nyeri pada sendi saat digerakkan di pagi hari. Saat kondisi ini dibiarkan, rasa nyeri biasanya semakin terasa setiap melakukan gerakan tertentu, terutama pada saat menopang berat badan. Pada beberapa penderita, rasa nyeri bahkan dapat timbul setelah istirahat lama, misalnya duduk di kursi atau di jok mobil dalam perjalanan jauh.
    • Gejala OA yang lebih jelas dapat dilihat apabila terjadi pembengkakan atau peradangan pada sendi. Selain itu, persendian yang sakit ini juga berwarna kemerah-merahan. Sebagian penderita bahkan mengalami bunyi –umumnya pada lutut setiap persendian digerakkan walau kadangkala tidak menimbulkan rasa sakit. *Hatduh, aku pernah
    • OA sendiri bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Selain faktor usia, wanita memiliki kecenderungan lebih tinggi untuk mengalami penyakit ini karena berhubungan dengan hormon estrogen. Karena itu, OA paling banyak dijumpai pada wanita yang sudah memasuki masa menopause. *hati-hati para wanita….
    • Bentuk tubuh wanita juga ditengarai lebih mudah mengalami OA ketimbang pria. Merujuk hasil sebuah penelitian, tubuh wanita yang lebih lebar di bagian pinggul menyebabkan penumpukan lemak banyak terjadi di bagian ini. Dampaknya, tulang kaki harus menopang beban lebih berat. Karena itupula, dalam kondisi yang sama, OA sering dialami mereka yang memiliki berat badan berlebih. *ayo buruan program turun berat (naikin alis)
    • Selain itu, OA bisa disebabkan riwayat imobilisasi atau kurangnya gerak tubuh, atau justru ‘stres’ panjang akibat gerak tubuh berlebih seperti pada olahragawan. Penyakit ini diduga juga berkaitan dengan ras, keturunan, dan sistem metabolik tubuh. OA bisa pula disebabkan trauma menahun pada sendi bahkan dari jenis trauma minor sekalipun, seperti sering nyeletek-nyeletekin jari. Ashar F. Anwar *hayooo… hentikan segera kebiasaan nyeletek-nyeletekin jari

Bedanya sama Osteoporosis? 
Osteoarthritis memang tidak sepopuler osteoporosis. “Tapi, penyakit ini termasuk dalam kelompok penyakit degeneratif yang banyak diderita mereka yang berusia lanjut,” ungkap Andito, ahli bedah tulang dari Centre of Anthroplasty, Bintaro International Hospital, Tangerang.
Walaupun gejala dan wilayah sakit keduanya nyaris sama, OA tidak sama dengan osteoporosis. Kedua penyakit ini sama-sama  penyakit tulang menahun dan banyak dijumpai pada para wanita usia diatas 50 tahun atau post menopause. ”Orang awam kerap menyamakan OA dengan asam urat dan reumatik. Padahal, penyakit ini sebenarnya menunjuk pada ausnya engsel pada persendian kita,” tegas Andito.
Dipaparkan Andito, OA adalah peradangan pada sendi yang bersifat kronis dan progresif disertai kerusakan tulang rawan sendi berupa pecah dan perlunakan progresif permukaan sendi dengan pertumbuhan tulang rawan sendi di tepi tulang atau disebut disintegrasi . Kerusakan tulang rawan sendi ini secara alamiah akan dikompensasikan oleh tubuh dengan menumpuk kalsium atau zat kapur, yang ironisnya tidak ‘seluwes’ tulang rawan sendi sehingga menimbulkan rasa nyeri. Karena itupula OA bisa juga disebut dengan istilah pengapuran.
Kalau osteoporosis atau dikenal sebagai tulang keropos, terjadi akibat massa yang membentuk tulang sudah berkurang. Akibatnya, tulang menjadi kehilangan kepadatan sehingga seringkali tak kuat menahan benturan ringan sekalipun.
Lepas dari mudahnya kemungkinan mengalami fraktur atau patah, tulang yang keropos atau kopong bisa terjadi pada bagian tulang manapun. Jadi, jika dengkul maupun punggung terasa kaku dan nyeri, yang lebih patut untuk ‘dicurigai’ adalah kemungkinan mengalami OA ketimbang osteoporosis.
Nah, udah ngerti kan bedanya Osteoarthritis sama Osteoporosis. Namanya memang hampir mirip tapi beda definisi :)

Apa Akibat dari Osteoarthritis ?
Nih, penting ini, biar nggak pada ngeremehin penyakit ini .
Literatur menunjukkan bahwa 1 dari 6 populasi menderita penyakit yang biasa disingkat “OA” ini. Data yang dilansir oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa 40 persen penduduk dunia yang berusia lebih dari 70 tahun akan menderita osteoarthritis lutut. Dari jumlah tersebut, 80 persen di antaranya berdampak pada keterbatasan gerak.
Nah lho, repot kan kalo gini. Mau ngapa-ngapain jadi lemot…  

Trus, untuk mencegahnya gimana donk?
Buka mata lebar-lebar… Kiat pencegahan di bawah ini, dapat ditemukan solusinya dengan Nutrisi Celluler Herbalife (lihat n0 1 dan 6)
  1. Menjaga berat badan untuk mengurangi beban berlebih yang harus ditopang sendi. *Solusi tepat pengendalian berat badan? Nutrisi Herbalife dunk
  2. Melakukan olahraga yang tidak banyak menggunakan persendian atau yang menyebabkan terjadinya perlukaan sendi. Contohnya berenang dan olahraga yang bisa dilakukan sambil duduk dan tiduran.
  3. Aktivitas olahraga hendaknya disesuaikan dengan umur. Jangan memaksa untuk melakukan olahraga porsi berat pada usia lanjut.
  4. Sebaliknya, tidak dianjurkan untuk tidak melakukan aktivitas gerak. Tubuh yang tidak pernah digerakkan akan mengundang osteoporosis.
  5. Menghindari perlukaan pada persendian.
  6. Mengkonsumsi makanan sehat. *contoh makanan sehat ada di Nutrisi Celluler Herbalife, di dalam 1 kaleng Shake terkandung 70% zat penting yang dibutuhkan tubuh
  7. Memilih dan menggunakan alas kaki yang tepat dan nyaman.
  8. Lakukan relaksasi dengan berbagai teknik.
  9. Hindari melakukan kebiasaan meregangkan sendi jari tangan.
  10. Jika ada deformitas pada lutut, misalnya kaki berbentuk O, jangan dibiarkan.
    Hal tersebut akan menyebabkan tekanan yang tidak merata pada semua permukaan tulang.
Nah, bagian terkahir ini yang paling penting. Nutrisi Herbalife menyediakan produk yang insyaallah bisa menjadi solusi untuk kesehatan sendi tulang Anda, yaitu Herbalifeline. Kombinasi formula eksklusif dari lipid asam lemak laut berkualitas tinggi. Berbentuk softgels (seperti minyak ikan). Omega-3 nya sangat baik untuk kesehatan jantung & nutrisi otak.
MANFAAT:
  • Mengandung omega 3, yaitu asam lemak esensial yang tidak dapat diproduksi tubuh
  • Menurunkan kolesterol & trigliserida, menaikkan kadar HDL, mencegah terbentuknya thrombus & pengentalan darah sehingga menurunkan resiko stroke, serangan jantung & kematian mendadak
  • Membantu mencegah depresi & emosi yang tidak terkendali, memperbaiki gangguan jiwa, autis & hiperaktif, anorexia nervosa
  • Mengurangi nyeri & kaku sendi pada penderita rematik, membantu tulang menyerap lebih banyak calcium, baik bagi penderita osteoporosis
  • Mencegah gangguan syaraf dan penglihatan pada bayi (dapat terjadi jika ibu hamil kekurangan omega 3)
  • Konsentrasi tinggi di jaringan otak, mempengaruhi tingkah laku, kemampuan menangkap pengertian & mempermudah proses belajar
  • dll, info lebih lanjut dapat dilihat di sini atau hub: (Alifia) 083866822725, pin: 3139B472
Akhir kata, terimakasih atas perhatiannya, teman
Sampai ketemu lagi di postingan berikutnya

0 komentar

Posting Komentar

About Me

Foto Saya
Alifia.Vivi Konsultan Nutrisi
Solo, Jawa Tengah, Indonesia
Ingin Langsing? Cantik dan Lebih Percaya Diri? Tapi takut dengan EFEK SAMPING? Inilah solusi tepat untuk berat badan ideal, AMAN, SEHAT dan TANPA EFEK SAMPING! KONSULTASI GRATIS ALIFIA (087835066279, pin: D9D301D6)
Lihat profil lengkapku